08 6 / 2014

#7 Juni 2014

Senangnyaaa, akhirnya hari sabtuuuu \^^/
Guling gulingan sama bantal, bangun siang, nikmatnyaaa..

Tak ada agenda hari ini, semuanya berjalan secara spontan. Mulai dari sarapan sudah siang, cowo2 main basket diajak pak Andrian sedangkan aku dan mumun cuci2 baju, kenalan sama bu Ati dan bu Bahagia (nggak pernah sedih ni ibu :v) yang selalu menyajikan makanan lezat untuk kami tiap saat, dilanjutkan main ke rumah pak Wiyono untuk berniat mengambil motor yang akan dipinjamkan dan mengambil segala macam buku yang kami perlukan. Duuuuuh lucunyaaaaa Naufal dan Fathia. Mereka ini putra putri pak Wiyono, Naufal 4 tahun dan Fathia 4 bulan. Saking capeknya main, akhirnya fathia bobo di pangkuan akuu:3 Setelahnya kami lanjutkan sedikit berdiskusi dan membolak balik buku (nggak dibaca ya ini ketahuan hehe) yang dipinjamkan pak Wiyono di kamarku dan Mumun. Entah sampai jam berapa, tiba-tiba tersadar kaget aku ketiduran di kursi tamu, nggak dibangunin sepi udah pada kabur =.= Kemudian tanpa melihat jam, langsung saja pindah ke kasur dan hmmmmm gelap semuanya dan bablas sampai sore.. Aduuuuhh ini badan capek-capek pegel semua ~.~

Sorenya kami jalan-jalan jajan pempek dan bakwan bersama temen2 dari Teknik Lingkungan; Dwi, Leni , dan Lina. Ini bukan bakwan yang digoreng itu lho yaa.. Bedanya bakwan dengan pempek ini adalah tepung ikan bakwan direbus kemudian dicampur dengan kuah, sedangkan tepung ikan pempek digoreng terlebih dulu sebelum dicampur kuah. Wehe tau doooong 8) Rasanya pedes muantap lhoooo (y)

Nah, malamnya ini, kami diundang oleh pak Andrian untuk karaokean di guest house. Dagdigdug duerr. Namun ternyata karaokean kali ini syenang tanpa beban bung. Berasa masuk kamar karaoke kelas president deh :p luas, banyak sofa, sound nya gede, ada teh kopi. Puaaasssss.. Sampai2 si mumun nggak mau berhenti nyanyi, nggak pengen pulang. Whuuuuuu =..=

Begitulah hari Sabtu ini :)

08 6 / 2014

#6 Juni 2104

Ciyeee yang udah males nulis, hahahahaha.

Tapi sebenarnya banyak sekali cerita menarik hari ini J

Pagi-pagi, (masih) hari kedua kerja, (sudah) tidak sesemangat hari sebelumnya ~.~ hhaaduuuuhh.

Diawali dengan ditegur oleh bapak polda di dalam mess seusai sarapan. Syalala syilili sarapan masih bisa senyam senyum nggodain semua yang bisa digodain :p Namun sesaat selesai, tiba-tiba bapak polda (kayaknya) menegur kami (termasuk teman2 dari Teknik Lingkungan) dengan serentetan kata-kata keluhan, nasehat, dan hal-hal lainnya. Intinya adalah beliau mengharapkan agar kami-kami yang sedang (numpang) KP ini bisa menjaga tata krama dengan pegawai sekitar. Bisa dibayangkan yaa, bapak polda dengan nada bicara yang keras dan tegas, cep membuat kami tiba-tiba tertunduk lesu down sepanjang perjalanan menuju pabrik, meskipun beliau sebenarnya bukan memarahi (hanya menegur faaaa).

Setiap hari Jumat, karyawan mendapat fasilitas untuk berolahraga pagi secara bersama-sama, yaitu senam, sehingga kami pun ikut serta meramaikan. Ohoyeee sehat doong, satu, dua, tigaaa hap hap hap. Tapi inii lhooo kaki memar-memar gegara senam mengenakan safety shoes. Tak usah dibayangkan! Auuuuuu..

Setelah senam hingga siang, kegiatan kami masih sama dengan hari pertama ke pabrik, yaitu keliling tengok kanan kiri dan menanyakan sesuatu jika ada penjelasan yang sekiranya kami kurang mengerti. Alhamdulillah tidak ada insiden menyebalkan oleh si faris hari ini. Aman yaa, tak ada hati yang terluka :3

Istirahat jam setengah 12 siang hingga jam setengah 2.
Cihuuuuyyy bisa leyeh-leyeh dulu ni„„ hingga akhirnya kebablasan hingga jam 1 kami baru bangun dari mimpi indah =.= Lhep lhep buru-buru semua makanan dimasukkan ke dalam mulut dan alhasil kami telat ke pabriksekitar 10 menit. Nah kan hari kedua udah bikin masalaaaah.

Oke, dengan muka tebal dan ekspresi datar kami masuk ke pabrik, menuju kantor Pak Hilman yang sudah kami temui sebelumnya. Pak Hilman ini adalah kepala bagian peleburan lhooo J
Uwohoo tapi di kantor hanya plengo plengo hampir sejam, nggak jelas apa yang ditunggu.

Sekitar jam setengah3 lebih, kami keluar dari kantor pak Hilman dan menuju pabrik pengolahan mineral bertemu Pak Wiyono. Ketika kami melewati pos satpam keluar dari pabrik unit metalurgi, hap tiba2 dicegat oleh bapak penjaga, dipersilakan duduk, dan ditanya ini ituu. Owalaaah ternyata Pak Kusna ini wong jowo tha, lagi lagi, hihihi. Ngobrol panjang lebar, ketawa tiwi karena pak Kusna ini memang lucu orangnya. “kalian mau kemana setelah ini?” tanya beliau. Setelah kami menjawab pertanyaan dari Pak Kusna, tiba-tiba beliau mengambil walkie talkienya dan„ “hallo disini butuh mobil patroli”. Yuhuuuuuiii kami menaiki mobil patroli menuju pabrik BPBT \^^/ Kapan lagi kan bisa naik mobil patroli dan di tengah jalan lihat biawak superguede hehe.

Karena sudah masuk waktu ashar, akhirnya kami shalat di masjid BPBT. Awalnya semua berjalan mulus. Namun tiba-tiba, ketika sedang berada di toilet, Mumun berteriak. Degdegdeg…
Ternyata, hp mumun masuk ke dalam kloset, plung. Ya ampuuuunn, ada-ada saja yaaaa /\ Alhasil hp mumun tidak waras lagi hingga sekarang L

Karena pak Wiyono terlambat menemui kami, akhirnya kami pulang sekitar pukul 6 diantar beliau. Yeay pulaaaaang..

Hari ini rupanya belum berakhir. Setelah isya kami diundang untuk menghadiri lomba karaoke yang diadakan PT Timah untuk warga dan para karyawan. Widiiiih rameeee. Jangan salah coy, suara pesertanya keren2, berasa nonton Indonesian Idol deh. Hihihihi :v Tiba-tiba saja pak Ebi ingin ada perwakilan dari mahasiswa yang maju tampil untuk menghibur. Nnnngggggg…
Kena deh =.= Minta banget ditimpuk satu-satu ni emang faris yudhis reza. Penyanyi amatir ya gini ini, dari muka-muka penontonnya si, mereka berasa pengen lempar tomat ke muka akuuu /\ Ampuuuun pak buuu..

Sampai di mess hampir pukul 11 malam. Sayangnya nggak langsung tidur karena tiba2 galau menghantui. Eeeeeeaaaaaa, mbrebes miliiii :’)

See yaaa~~~~

 

05 6 / 2014

#5 Juni 2014

Ciyeee hari pertama ke pabrik. Ahaha ini lagi pada rajin, kumpul jam 6.15 teng di meja makan. Janjian awalnya si jam 6 pagi (eh wacana seseorang deng), tapi preketek yaaa.

Dengan riang gembira, jam setengah 7 pagi lebih beberapa menit, kami mulai berjalan kaki menyusuri kompleks menuju pabrik setelah perut kenyang. Dasar ini setengah alay setengah terlalu bersemangat, tiap beberapa meter melangkah, berhenti sejenak dan ciiiis, jadilah seperti ini salah satunya  -.-

Aku dengan sepatu crocs tosca kw sekian dan mumun dengan converse nya. Perkenalkan, paling depan yang nengok ke belakang dan sok senyum lebar itu Faris(y), kemeja biru yang jalannya terseret-seret (maklum kakinya ada ‘mata’ nya hehe :v) itu (yudhis)tira. Eh yang ngambil foto ini ehem, siapa yaaa :p

Well, jam-jam pertama bertemu pak Wahyu, pak Andrian dan pak Yahya, mendengarkan persentasi profil pabrik secara sekilas. Selanjutnya, kami diberi APD (Alat Proteksi Diri) berupa helm, safety shoes, masker, dan rompi, serta penjelasan singkat tentang K3L oleh Pak Marzuki yang ternyata podo2 wong Jowo, Sleman. Taukah, hari ini pertama kali kami menemukan safety shoes super imut sepanjang zaman lhoo. Hehe diperuntukkan untuk akuu :3

Setelah APD, kami diberi obat anti malaria dari klinik pabrik. Why? Karena ternyata nyamuk malaria ini binatang endemik di Bangka mantemaaaan. Selajutnya, dari klinik kami berlanjut ke pabrik peleburan, keliling, tengok kanan kiri sebentar, mengangkat memori pirometalurgi yang beberapa bulan ini terkubur di alam bawah sadar hehe :v

Meskipun belum puas keliling pabrik peleburan, kami harus kembali ke kantor karena pak Wiyono sudah menunggu. Pak Wiyono ini ceritanya penguasa pabrik Pengolahan Mineral di Muntok huehe. Ngobrol ini itu, ngakak ngikik, hingga berbunyilah bel istirahat jam 12.00 WIB, artinya kami bisa makan dan shalat di mess hingga jam 1 siang. Sesuai rencana, setelah diantar ke mess oleh pak Wiyono, jam 1 kurang beberapa menit kami dijemput oleh pak Wiyono untuk diajak keliling pabrik pengolahan mineral. Dan di pabrik pengolahan mineral inilah terjadi insiden (lagi) dengan tersangka (masih) Faris dan korban adalah Reza (siapa ini?). Setelah riweuh mengatur kursi, beberapa dari kami sudah duduk dengan tenang siap mendengarkan penjelasan dari mbak Linda (mbak Linda asli Belitung, tapi ternyata lulusan univ tetangga, Unjani :)). Namuuun, dua orang ini masih berisik, Reza dan si Faris. Tiba-tiba saja……………………………………………
JEDUK GLUDAK KLONTANG
Sepersekian detik kami baru menyadari ternyata suara itu berasal dari sebelah kursiku dengan posisi Reza terduduk di lantai mengaduh-ngaduh. Jika direka ulang, alur kejadiannya adalah Faris menggeser kursi Reza seketika sebelum Reza duduk, dan JEDUK GLUDAK KLONTANG lah akibatnya. (Reza serasa kaleng ya kok ada KLONTANG nya segalaaaa haha :p)

Eh fyi itu insiden kedua “faris yang menyebalkan” yaa dan reza adalah korban kedua setelah Mumun.
Flashback hari kemarin sebentar, lupa ditulis hehe. Saat di Soekarno Hatta, faris mengutak-atik kode kunci koper mumun yang *ehem* baru niyee. Sepanjang faris melancarkan kejailannya, Mumun pun sudah teriak2 melarang. Tapi yah dasarnya anak Alay campur badung, tetep ngeyel. Alhasil, sesampainya di mess Muntok, koper Mumun tidak bisa dibuka hampir satu jam. Tuuuuh kaaaan =..=
Alhamdulillah, setelah dicongkal-congkel (keren ya bahasanya :v) dan mumun shalat, kopernya pun terbuka. ^^

Oke, lanjut untuk hari ini. Singkat cerita, sekitar satu jam sebelum jam 4 sore, kami dibawa lagi oleh Pak Wiyono menuju kantor untuk bertemu dengan Pak Ebi dan secangkir kopi atau teh untuk masing-masing dari kami. Ngobrol serius dan tegang -> santai -> serius tanpa tegang -> pembullian yudhis terhadap keCikotok-annya -> ketiwi -> serius  hingga akhirnya berakhir dengan bahagia (lhoh). Selanjutnya pak Wiyono menjelaskan topik yang harus kami kerjakan selama satu bulan di PT Timah. Nah topiknya ini ada tiga, pembagian anaknya adalah dua, dua, satu. Mengingat jumlah kami lima orang, maka ceritanya kami akan melakukan rapat koordinasi (lagi) malam ini. Ahahaha lagi-lagi sok2an. Hihihi, maklum masih hari pertamaaaaa :p

Ini hanya sebagian kuecil cerita kami dari Bangka lhooooo di hari pertama (eaaaaaaa). Hehe masih ada pantai tailing, Muntok di musim hujan, dan buanyak detil2 lainyaaaaaa.

Mau pantun dulu ah sebelum disudahi :p
Burung Irian burung cenderawasih, cukup sekian dan terima kasiiiiiihhhhh :) *cetek banget ya pantunnya -__-

04 6 / 2014

#4 Juni 2014

Dari bandung, aku, farisy, dan saka menuju Soekarno Hatta  via travel. Pagi-pagi jam 5 tiba-tiba si farisy nelpon padahal sedang asik-asiknya menikmati detik-detik terakhir di kosan, “TAKSI UDAH DI DEPAN GANG”. Ya Tuhan =..=

Singkat cerita, cus dan sampailah di Soekarno Hatta sekitar pukul 9 pagi. Tengak tengok bingung, ambil troli, naruh tas dan koper, kemudian duduk. Sekitar jam 10, Mumun baru menghampiri kami karena dia berangkat dari rumahnya di Jakarta.

Tiktoktiktok, tinggal seorang yang belum kelihatan pucuk jambulnya. Jam 11 lebih tibalah Yudhis alias Basuki Junior (ampuuun :p) bersama ayah ibu dan dua adik cantiknya. Singkat cerita, perut lapar kami tertolong akibat dibawasertakan makanan dari keluarga yudhis masuk ke dalam bandara. Terima kasih Yudhis sekeluargaa :D

Dengan gaya malu-malu tapi malu-maluin (haha :p), duduklah kami di pinggiran, padahal banyak orang lalu lalang, dan makanlah sampai tuntas. Hehe yang penting kenyang deeeh.

Ah iya, ada satu hal konyol saat pertama kali checking koper di bandara yang nggak boleh terlewatkan. Tiba-tiba saat koper-koper dan segala barang diletakkan di belt berjalan, Yudhis nyelonong dengan paniknya masuk melalui jalur troli. Spontan si Yudhis langsung distop sama petugas. Haha kasian yaaa Yudhis :p, padahal dia cuma ketakutan karena tidak ada yang mengamankan barang-barang kami. Semenjak kejadian ini, si Yudhis jadi SALAH SATU bahan bulian kami sepanjang jalan (padahal semuanya juga dibully siii, hehe :v).

Satu jam di dalam pesawat, sempet cuaca agak buruk juga, syalala tibalah kami di Pangkalpinang. Dan alhamdulillah syenang sekali di pintu keluar bandara Depati Amir, Pangkalpinang, disambut mbak Shofa dan mas Ardi. Terima kasih ya mbak, mas, sampai merelakan cabut dari kantor *eh, hihihi :))

Ini teh udah sampai ya? Eits jangan senang dulu, perjalanan masih panjang bung. Dijemput oleh pihak PT Timah, pak Udin, kami naik mobil menuju Muntok. Dua jam lhoo perjalanannya dari Pangkalpinang (bahkan lebih lama daripada perjalanan Jakarta-Pangkalpinang hehe). Belok kanan, kiri, mendaki gunung, lewati lembah, tumpe tumpe capeknya, Alhamdulillah sampai di Muntok dengan selamat sentausa.

Di penginapan, kami dibagi menjadi dua tim; tim ikhwan dan akhwat (ahaha subhanallaah :3). Setelah beres-beres, bersih-bersih, berkumpulah kami berlima untuk makan malam di ruang makan. Ngibril-ngibril (alias ngobrol-ngobrol sedikit) di ruang makan, akhirnya kami berlima pindah ke kamarku dan mumun untuk *ehem* rapat koordinasi. Perbincangan dari A sampai Z, dengan membawa serta Dwi (Teknik Lingkungan ITB yang sedang KP juga di PT Timah), hingga akhirnya harus diakhiri karena kami ingin segera beristirahat ke kamar masing-masing.

Dan disinilah, di kamar bersama mumun,  aku menulis sebagian kecil dari detil-detil langkah kami huehe. Semoga esok jadi hari pertama yang mengesankan dan menyenangkan yaa mantemaaan :))

Pelesiran-Soekarno Hatta-Depati Amir-Muntok 12,5 jam. Finally.

14 5 / 2014

Ah pagi ini kacau. Semaleman mimpi harus berhadapan dengan….. Membuka mata, kemudian entah mengapa menutupnya kembali. Berikutnya kubuka lagi, ah sial matahari pagi terlewatkan. Lalu beberapa menit kemudian hanya bisa merintih menahan tangis. Tertahan, hingga hampir satu jam kemudian dan terpaksa mengirimkan pesan horor singkat ke teman-teman kamar sebelah,

"Lagi apa? Ke kamarku sebentar bisa nggak? Mau minta ambilin sesuatu, aku nggak bisa bangun dari kasur"

Beberapa detik kemudian.
*suara gedor2 pintu minta dibuka karena dikunci

LEWAT JENDELAAAA, aku sedikit berteriak.

Dan akhirnya,

Ah pagi ini.

10 5 / 2014

Aaaaa, cute banget :3

Abaaaaah :’)

(Source: amaolsundu, via tumblrlillah)

10 5 / 2014

muhammadalfiarinanda:

islamic-quotes:

10 Ways to Attain Khushoo’ in Your Salah. Advice by Sheikh Navaid Aziz.

Masih susah tapi bukan berarti ngga bisa haphap —9

muhammadalfiarinanda:

islamic-quotes:

10 Ways to Attain Khushoo’ in Your Salah. Advice by Sheikh Navaid Aziz.

Masih susah tapi bukan berarti ngga bisa haphap —9

(Source: canvasdawah)

10 5 / 2014

Menulis ini kadang menjadi candu sekali yaaa, padahal di ujung sana masih banyak tumpukan kerjaan. Kerjaan yang dari tadi teriak-teriak minta diberesin dan dengan santainya aku menyahut, “Ntar dulu woy lagi asik”. Hihihi. Nggak tau si ya, atau mungkin cuma pembenaran karena males ngapa2in di minggu pagi ini, klasik. Haha.

Kalo begini ini udah ‘predictable’ si kondisi beberapa jam kemudian. Kelabakan ngeberesin kerjaan, trus ngumpat dan ngeluh sendiri, “ya ampuun ini waktu 24 jam kurang bangetlah” atau mungkin penyesalan bentuk begini, “ya ampuun nggak manfaatin waktu bangeet, dari tadi ngapain”. Haha bahkan sampai sudah bosan sendiri.

Jatuh ke lubang yang sama berkali-kali, sesuka hati. Dasar bocah manusia :v

10 5 / 2014

Hidayah. Datangnya untuk masing-masing orang memang bermacam, termasuk hidayah untuk berhijab :). Kalo berdasarkan cerita-cerita temen, ada yang memulainya sejak SMA gara-gara awalnya ada satu hari khusus yang diwajibkan berhijab di sekolahnya, ada yang sejak masuk kuliah bahkan, atau mungkin ada juga yang dari kecil sudah dibiasakan mengenakannya hingga sekarang, termasuk saya Alhamdulilah :) Untuk temen-temen yang belum, insya Allah dimantapkan hatinya ya untuk segera berhijab. Kalo nggak salah, hidayah itu kita yang menjemput lhoo katanya ;)

Hijab memang sangat mengidentitaskan kita sebagai seorang muslimah dan begitulah mulianya wanita dalam Islam, diberikan identitas khusus oleh Allah ^.^ Tidak sedikit yang bilang, benerin dulu hatinya baru berhijab. Lah, hijab ini bukannya sebagai langkah awal untuk benerin hati? Apalagi hijab ini sifatnya wajibun kan kalo kata Allah, hehe.

Manusia lumrahnya tempat salah dan dosa, tapi Allah menitipkan akal untuk kita berpikir tentang mana yang benar dan mana yang salah, it’s on you. Jilbab-an kok maksiat? Manusia tidak ada yang sempurna bukan, tapi satu insya Allah tujuan kami-kami yang berhijab ini adalah menjemput hidayah Allah. Kami sedang belajar, kami sedang berusaha memperbaiki bagian ini itu yang masih cacat, kami sedang membuka mata dan telinga untuk dibenarkan. Kalo pikiran beberapa orang mungkin seperti ini, hijab tapi maksiat mah justru malu-maluin Islam. Iyap bener banget, tapi kalo kata temen, Islam itu agama yang rahmatan lil ‘alamin, agama yang sempurna ajaran-ajarannya, jadi jangan nilai Islam dari orang-orang yang seperti kami kami ini ya. Kami ini sedang belajar, tak mungkin menjadi sempurna, tapi sekali lagi kami ini sedang belajar. Ya, belajar untuk menjadi pribadi lebih baik, belajar untuk menjadi cerminan Islam sesungguhnya, belajar agar tidak selalu kalian olok-olok, belajar agar siap menjadi penentu arah peradaban :)

Jangan cibir kami jika kami berbuat salah, jangan sudutkan kami jika kami berlaku khilaf. Mungkin saja hidayah Allah datang pada kami melalui tutur lembutmu dalam mengingatkan. Jangan pernah bosan, jangan pernah jenuh. Kami memang terkadang sulit, mungkin bebal jika dibenarkan. Sama halnya sepertimu bukan? Dasar manusia :)

Yakinkan kami bahwa kami tak sendiri, bahwa kami pun punya kalian saudara saudari seiman yang siap untuk ingat mengingatkan pada kebaikan, saudara saudari seiman yang bukan malah mencibir saat kami sulit menghindari satu perbuatan dosa, saudara saudari seiman yang selalu saling membawaserta dalam tiap tutur doa.

Maafkan ya minggu pagi-pagi ini berisik sekali. Aku manusia juga sepertimu, yang kadang sama halnya berisik :p

10 5 / 2014

Bumi akan menunggu. Menunggu matahari menyapa, membagikan energinya, dan membuat bumi menjadi hangat.

Bumi selalu menunggu. Meski tak tiap saat matahari datang, bumi selalu menunggu tibanya pagi. Dengan ditemani nyanyian burung atau mungkin hanya tetesan embun yang jatuh dari satu daun ke daun lainnya, bumi selalu menunggu.

Bumi tetap menunggu, karena matahari tak pernah ingkar. Matahari memang tak pernah berjanji menampakan dirinya pada bumi di pagi hari. Namun, bumi yakin bahwa matahari selalu ada untuknya.

Bumi akan setia. Meski harus melewati mendung, guntur, hingga kemudian membasahi dirinya dengan berjuta-juta tetesan gerimis, bumi akan setia menunggu. Setia hingga matahari malu-malu memperlihatkan dirinya pada bumi dengan menggenggam sebuah pelangi. Pelangi dengan warna warninya hingga kemudian bumi akan tersenyum.

Bumi selalu setia. Setia saat matahari pun tak bersamanya. Setia, meski sedih setiap petang harus merelakan matahari pergi sesaat ke peraduannya. Setia, meski tiba-tiba datanglah bulan dengan bintang-bintang yang berkedip-kedip menggodanya.

Bumi tetap setia, sabar menunggu sumber kehidupannya itu tersenyum menampakkan dirinya, membawa serta harapan dan semangat untuknya.

Karena bumi yakin matahari pasti datang, kemudian ia selalu menunggu dan setia. :)